Kau bicara tentang mawar. Batang-batang cantik yang melukai jemari.
Dia bicara tentang Melati. Lembar-lembar ranum yang tak henti mewangi.
Dan aku bicara tentang kamboja. Kelopak-kelopak lebar beludru tanpa wewangi tanpa kecantikan terlalu berani.
Bagaimana jika kita biarkan saja pekarangan itu penuh tanpa disengaja oleh pilihan-pilihan tak adil, yang memaksa biar akar-akar mencari sendiri unsur haranya, membumikan pijaknya, menemukan tempatnya.
Karena belum tentu kuntum-kuntum itu bahagia kita dampingkan dalam taman seindah nirwana.
Namun tak pernah dikenal dan dicintainya.