Archive for December, 2006

pembuktian

December 25, 2006

Akan datang suatu masa, menuju satu hari…

hari pembuktian…

kepada kelompok-kelompok yang ’selingkuh’, yang menyekutui, yang paganisme…

yang tak mengakui monotheisme…

Percayalah…, dan lihatlah nanti…

pembesarmu tak sanggup ulurkan jari,

terlebih mensyafaatkanmu…

Percayalah…

itu akan terasa amat panas…

dan bahan bakarnya dari batu dan dirimu dan orang-orangmu…

Tiada dispensasi, tapi kontraprestasi…, sebab akibat prinsip-prinsip mu.

kelak kekal kau di palung sang Shaqas

Sebagai akibat dari penghianatan sang pembawa kabar baik.

Terakhir

December 13, 2006

Ini adalah sajak terakhir

Yang kutulis dengan air mata dan darahku.

Sebab luka telah lama menganga.

Sungguh!!

Butuh banyak tenaga.

Untuk mengajakmu memaknai warna telaga.

Dedicated to Rany

December 13, 2006

Malam terlihat lelah, dan ia lepaskan jubahnya yang hitam.

Dan siangpun menjadi terang.

Masih saja parasmu terbenak di syaraf-syaraf otak.

Duhai Mahadewi…

Betapaindah Sang Agung memahatmu, melukismu & mewarnaimu.

ingin ku meraihmu, namun kaulah sang gunung.

ingin ku menyentuhmu, namun kaulah rembulan.

Jika…

Ada kesempatan satu kali saja, atau satu hari saja.

Untuk kita bersua…

Maka akulah mentari yang memberimu sinar.

Akulah tumbuh-tumbuhan yang menghijaukan tebingmu.

Dan kau lah sampan…

Sampan yang terapung di samudra…

Samudra adalah aku.

Samudra adalah cinta. 

Cintaku untukmu. 

Berjumpa

December 13, 2006

Aku bertanya pada malam

Dimana kau sembunyikan wajah kekasihku?

Malam menjawab;

“kekasihmu akan datang setelah kau serahkan jiwamu padaku”

Aku bertanya pada bintang

Dimana bisa kujumpai kasihku malam ini?

Bintang menjawab;

“Kau akan jumpai dalam teropongku saat bermimpi”

Lalu aku bertanya pada peraduanku

Apakah kau siap mengantar berjumpa dengan kekasihku ?

Peraduan menjawab;

“Setiap nafasku adalah pengabdian untukmu”

Aku terlelap

Mimpi memuai, rindu terbengkalai…

December 8, 2006

Cinta adalah luka, benarkah definisi ini?

Tentu saja tidak menurutmu, sebab engkaulah belati, yang telah menikam dada ini.

Cinta adalah erang, benarkah definisi ini?

Tentu saja tidak menurutmu, sebab engkaulah bahana.

Menjalar seperti darahku, mawar.

Cinta adalah bulan pucat, benarkah definisi ini?

Tentu saja tidak menurutmu. Sebab, warna pucat itu warna mataku menatap bulan itu.

Cinta bukan luka.

Cinta bukan erang.

Cinta bukan bulan pucat.

Karenanya engkau akanmendapatkannya.

December 8, 2006

Ramadhan kita terjaring dosa.

Lumpuh dimamah kobaran api.

Sahur datang,Palestin diserang.

Magrib berkumandang, ribuan umat meradang

TUHAN.. kami Nista!!

Seperti sebatang rokok yang selalu mengepulkan asap.

Dimulut kami air liur tak bisa tertahankan.

Makanan pencuci mulut siap terhidangkan.

Sementara malaikat kesusahan mencari doa yang tulus.

Hello world!

December 7, 2006

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!